Penyidik Limpahkan Dua Tersangka ASN Aktif dan Pensiunan Dispar Karangasem, Terkait Kasus ODTW

By Kejari Karangasem

Karangasem – Penyidik Kejari Karangasem melimpahkan 2 tersangka IWT dan IND beserta barang bukti terkait kasus korupsi retribusi Obyek Daya Tarik Wisata (ODTW) kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) hari ini. Berkas kedua tersangka ini akan segera dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Denpasar untuk dilakukan proses persidangan.

Kedua tersangka beserta barang bukti diserahkan ke JPU, Senin (22/2/2021). Kedua tersangka saat dilakukan pemeriksaan didampingi oleh pihak kuasa hukum.

“Penyidik Kejaksaan Negeri Karangasem, resmi menyerahkan tersangka dan barang bukti tindak pidana korupsi retribusi Obyek Daya Tarik Wisata (ODTW) atas nama IWT dan IND pada Penuntut Umum Kejari Karangasem. Kedua tersangka masing-masing didampingi oleh penasehat hukum saat diperiksa oleh Penuntut Umum dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan COVID-19,” kata Kajari Karangasem melalui Kasi Pidsus M Matulessy didampingi Kasi Intel, Senin (22/2/2021).

Lebih lanjut, Matulessy menjelaskan tersangka ini merupakan ASN aktif dan pensiunan di Dinas Pariwisata Kabupaten Karangasem. Kedua tersangka dijerat Pasal tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).

“Tersangka IWT adalah mantan PPK-SKPD (Pejabat Penatausahaan Keuangan) pada Dinas Pariwisata Kabupaten Karangasem periode 2011-2016 sedangkan tersangka IND adalah bendahara penerimaan periode 2011-2016 pada Dinas Pariwisata Kabupaten Karangasem,” papar Matulessy.

“Kedua tersangka dijerat dengan Primair (utama) Pasal 2 ayat (1) Subsidiar Pasal 3 jo Pasal 18 UU RI Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi yang telah dirubah dengan UU RI Nomor 20 tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU RI Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo Pasal 64 ayat (1) KUHP,” tambahnya.

Sementara itu, 2 tersangka ini tetap dilakukan penahanan kota selama 20 hari. Yang bersangkutan tidak dilakukan penahanan rutan karena telah kooporatif dalam penyidikan dengan mengembalikan potensi kerugian negara (KN) sesuai dengan audit oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

“Penuntut Umum tetap melakukan penahanan dengan jenis penahanan kota selama 20 hari. Kalau pertanyaannya kenapa bukan penahanan rutan? Kembali lagi bahwa sejak penyidikan kedua tersangka sudah sangat kooperatif dengan mengembalikan potensi kerugian keuangan negara yang jumlahnya sama sesuai dengan audit BPKP perwakilan Provinsi Bali di Denpasar,” Ujarnya

Sebelumnya diberitakan, Kejari Karangasem sedang mengebut tiga kasus dugaan korupsi diantaranya ODTW, bedah rumah dan penyimpangan pengadaan masker. Dugaan kasus ini akan segera dituntaskan hingga tahap akhir.

Foto : Dok Humas Kejari Karangasem

Keterangan Foto : Kasi Pidsus (Kanan) Kejari Karangasem dan Kasi Intel (Kiri) saat memberikan keterangan.